Catatan Cakrawala:
Kementerian Perdagangan (Kemendag) yakin jika Indonesia bakal masuk nominasi lima besar negara ekonomi terkuat Indonesia pada tahun 2030 mendatang. Rakyat tentu berharap pernyataan ini bukan wacana, namun dapat menjadi bukti di tahun mendatang.
Langkah awal yang positif tentu ditunggu-tunggu rakyat Indonesia berupa terobosan-terobosan nyata yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sulsel boleh menjadi barometer. Dengan angka pertumbuhan ekonomi Sulsel yang mencapai 6,88 persen (untuk triwulan II) ini akan menjadi suatu harapan nyata, apalagi jika semua provinsi di Indonesia mengikuti pertumbuhan ekonomi Sulsel ini, bahkan melebihinya.
Mendag Gita Wiryawan mengatakan, dalam 18 tahun ke depan, Indonesia bisa masuk dalam lima negara ekonomi terbesar di dunia berdasarkan pencapaian Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang telah melampaui negara-negara tetangga.
Dia mencontohkan PDB Malaysia yakni 240 miliar dolar AS, dimana hanya seperempat PDB Indonesia.
Sedangkan PDB Singapura mencapai 220 miliar dolar AS atau seperlima PDB Indonesia. Sementara PDB Thailand hanya sepertiga PDB Indonesia. Jadi tak ada alasan Indonesia minder terhadap negara lain, apalagi jika hanya dibandingkan dengan Asia Tenggara.
Dalam seminar-seminar dia menjadi pembicara, Gita menemukan banyak mahasiswa dari berbagai universitas yang tidak mengetahui potensi PDB Indonesia, padahal secara Purchasing Power Parity (PPP), perekonomian Indonesia saat ini telah berada pada level 16 besar dunia melampaui banyak negara di antaranya Belanda dan Turki.
“Indonesia punya banyak orang-orang yang pintar, tetapi mereka tidak tahu PDB kita berapa di dunia dan potensinya seperti apa. If you dont know, how can you be proud of your country?” kata Gita.
Dia mengatakan, sikap bangga dalam berbangsa harus ditumbuhkan karena memiliki korelasi dengan berkembangnya jiwa kepemimpinan dalam diri seseorang.
Kepemimpinan itu merupakan kapasitas diri untuk memproyeksikan skala kemampuan diri pada hari ini dan masa depan.
Siapapun bisa menjadi pemimpin yang besar dengan syarat memiliki sikap dan kemampuan seorang pemimpin yakni disiplin, bersikap positif, mampu menggunakan perangkat teknologi informasi, dan merealisasikan rencana-rencananya dalam kenyataan. (*)

