Sel06182013

Last update01:15:01

Catatan Cakrawala

Kuota BBM

CATATAN CAKRAWALA:

 

Komisi VII DPR RI akhirnya menyetujui penetapan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar 48 juta kiloliter dalam RAPBN-Perubahan 2013 sesuai usulan pemerintah.

Disebutkan, beberapa usulan pemerintah yang disetujui dalam RAPBN-P yakni produksi minyak bumi sebesar 840 ribu barel per hari dengan produksi gas 1.240 ribu barel per hari sehingga total produksi migas sebesar 2.080 ribu barel per hari.

Hipnotis Sukhoi

CATATAN CAKRAWALA:

 

Pesawat penumpang buatan Rusia yang diklaim berteknologi supermodern, Sukhoi Superjet 100, akhirnya beroperasi di Indonesia. Perusahaan maskapai yang terhipnotis dengan Sukhoi ini, yakni Sky Aviation.

Sejak awal, Sky Aviation memang nekat memesan pesawat yang menjadi pesaing Boeing buatan Amerika Serikat itu.
Pihak Sky tidak terpengaruh meski pesawat jenis ini jatuh saat promo di Indonesia beberapa bulan silam dan menewaskan seluruh kru, termasuk pilot andalan Rusia.

Impor Memiskinkan

CATATAN CAKRAWALA:

 

Impor barang dari luar negeri bukan sesuatu yang dilarang. Namun, harus dalam jumlah terbatas dan hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri saja. Karena, bila berlebihan, maka itu adalah upaya untuk memperkaya negara lain dan memiskinkan diri sendiri.

Itu pula yang diungkapkan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dalam salah satu kunjungan kerjanya di Kalimantan Barat. Dia berharap agar Indonesia tidak terlalu memperbesar kebutuhan impor. Jangan juga memperbesar konsumsi barang impor.

MP3EI 2.000 T

Catatan cakrawala:

 

Proyek investasi Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) tahun 2014 diperkirakan akan menelan anggaran Rp2.000 triliun.

Pada tahun 2011 dan 2012 saja, investasi proyek di koridor ekonomi mencapai Rp500 triliun. Lalu, proyek investasi 2014 senilai Rp2.000 triliun tersebut akan dicek satu persatu untuk mengetahui apa yang menjadi hambatan.

Lemahnya Infrastruktur

CATATAN CAKRAWALA:

 

Bank Indonesia (BI) menilai pembangunan infrastruktur di Indonesia belum optimal dan berakibat pada lemahnya daya saing ekonomi. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya ketersediaan sumber dana jangka panjang dari perbankan untuk membiayai pembangunan tersebut.

Untuk memaksimalkan infrastruktur harus didukung oleh dana yang besar dan dukungan dari pihak perbankan.

BI menyebutkan, struktur dana bank sekarang lebih dari 50 persen bersumber dari dana jangka pendek yakni deposito satu bulan.

UN (Masih) Perlu?

CATATAN CAKRAWALA :

 

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei kemarin sepertinya ‘terluka’ dengan amburadulnya pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat sekolah menengah atas (SMA) belum lama ini.

Penyelenggaraan UN seperti ‘luka menganga’ yang menghiasi Hardiknas kali ini. Butuh penyembuhan melalui evaluasi yang seksama dan tindakan tegas pejabat terkait.

BBM dan Kompensasinya

CATATAN CAKRAWALA :

 

Pemerintah sepertinya tetap akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tahun ini. Disebutkan, kenaikan harga dilakukan setelah penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2013.

Kenapa harus dilakukan setelah APBN-P? Alasannya, untuk menaikkan BBM, dana kompensasi untuk rakyat miskin harus siap. Sementara, kompensasi dari kenaikan harga ini tidak dialokasikan dalam APBN pokok 2013.

BBM Satu Harga

CATATAN CAKRAWALA:

 

Sejumlah pakar ekonomi menyarankan pemerintah untuk segera menetapkan kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi satu harga saja, jika itu memang harus dilakukan.

Alasannya, kenaikan dengan satu harga saja akan mudah untuk dilaksanakan dan akan besar pula dampaknya terhadap pengurangan defisit anggaran. Opsi dua harga yang ditawarkan akan memunculkan pengelolaan yang rumit dan menimbulkan permainan bisnis gelap BBM.

Peduli Pertanian

CATATAN CAKRAWALA:

 

Masyarakat Agribisnis dan Agroindustri Indonesia (MAI) menilai sektor pertanian tanah air saat ini dalam kondisi menyedihkan karena lonjakan impor yang tinggi.

MAI menyebut kebijakan impor komoditas pertanian yang dulu hanya 20-30 persen kini melonjak menjadi 70 persen dari seluruh komoditas pertanian.