Rab05222013

Last update12:41:52

Catatan Cakrawala

Pemilik Usaha Peduli Pendidikan

catatan  cakrawala:

 

Utusan Khusus Presiden RI untuk Penanggulangan Kemiskinan HS Dillon berharap masyarakat pers Indonesia bisa memengaruhi pengusaha untuk peduli dengan pendidikan anak-anak karyawannya.

Anak-anak adalah calon pemimpin Indonesia pada masa depan. Indonesia akan bisa lepas dari kemiskinan bila pemimpinnya pintar dan terdidik. Kemiskinan juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, demikian HS Dillon.

Pria Penyebar AIDS

catatan cakrawala:

 

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan kunci penularan AIDS adalah pada pria beresiko tinggi (risti) seperti kelompok “mobile men with money” atau pria yang bekerja jauh dari rumah sehingga sasaran sosialisasi akan ditujukan kepada kelompok tersebut.

Kita ketahui ada sekitar 8 juta pria yang pindah dari tempat tinggalnya untuk mencari pekerjaan. Kita cari pendekatan yang paling cocok dengan kelompok ini, misalnya dengan menantang mereka “kalau memang jantan, harus bertanggungjawab” dengan menggunakan kondom, demikian Menkes.

Impor Jangan Ada Suap

catatan  cakrawala:

 

Menteri Pertanian (Mentan) Suswono menegaskan penetapan kuota impor daging dilakukan sangat terbuka. Sehingga tidak perlu sampai ada suap-menyuap untuk mendapatkan kuota daging impor.

Menurutnya, penetapan alokasi impor sapi melalui mekanisme 3 Kementerian yaitu Kementerian Perdagangan, Pertanian, dan Kementerian Koordinator perekonomian.

Ideologi Partai Tak Jamin Bebas Korupsi

catatan  cakrawala:

 

Korupsi di negeri ini makin marak saja. Selain pejabat negara, kader-kader partai politik terutama elit pun ternyata koruptor juga. Ada yang mark up anggaran, penyelewengan jabatan, hingga suap.

Hal itu pula yang menimpa Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaq yang ditetapkan sebagai tersangka suap impor daging. Artinya, PKS saja yang berbasis ideologi keagamaan pun ternyata korup.

Sebaiknya Berjiwa Besar

catatan  cakrawala:

 

Bentrok massa membuat suasana kembali mencekam di sekitar Jalan Haji Bau ketika sekelompok massa tiba-tiba datang menyerang. Bentrokan pun tak terhindarkan. Ini sebagai bukti ketidaksiapan dalam menerima hasil pilkada.

Sosok pemimpin tidak hanya terlihat dari tindakan dalam menggiring program kerja di masyarakat. Namun, dibutuhkan sosok yang mampu berjiwa besar dalam menerima semua kenyataan yang ada, sekalipun itu pahit.

Tanaman Porang Menghasilkan Rupiah

catatan cakrawala:

 

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meminta Perum Perhutani membudidayakan tanaman porang di lahan seluas 1.200 hektare dengan melibatkan masyakarat miskin.

“Saya meminta Perhutani segera mengembangkan lagi tanaman porang karena terbukti dapat mendapatkan penghasilan tambahan sekaligus ikut mengentaskan kemiskinan di sejumlah lokasi,” kata Dahlan di sela rapat dengan Direksi Perum Pehutani di kantor Kementerian BUMN Jakarta kemarin.

Bedah Rumah

catatan cakrawala:

 

Kementerian Perumahan Rakyat menargetkan dalam dua tahun ke depan bisa membedah sedikitnya 1 juta unit rumah keluarga miskin di Indonesia melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Selama dua tahun ke depan atau hingga 2014 minimal terealisasi sebanyak satu juta unit rumah yang dibedah melalui program tersebut. Hal itu berdasarkan pencapaian pada 2011 yang dapat membedah sebanyak 250.000 unit.

Banjir Jakarta “Mendunia”

catatan cakrawala:

 

Tidak saja menjadi headline media massa dalam negeri, bencana banjir yang masih melanda Jakarta juga diberitakan luas oleh berbagai media terkemuka dunia.

Jaringan penyiaran terkemuka Inggris, BBC, menurunkan judul “Indonesian capital Jakarta hit by deadly flooding” (Ibukota Indonesia Jakarta ditimpa banjir mematikan).

SBY Akhirnya “Basah-basah”

catatan cakrawala:

 

Lama ditunggu-tunggu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya rela berbasah-basah merasakan banjir Jakarta kemarin. Orang nomor satu di tanah air ini menggulung celana kainnya lalu mencebur ke banjir.

Rakyat tentu tak pernah bohong dengan segala sesuatu yang terjadi di sekelilingnya. Begitu pula saat banjir terjadi. Rakyat mengeluh karena harus mengungsi, perabotan rusak, harta benda mereka tak terselamatkan, lalu rugi materi.