PAREPARE, CAKRAWALA – Keberadaan e-KTP atau electronic Kartu Tanda Penduduk yang berlaku secara nasional bisa meminimalisir atau mengurangi angka kejahatan, seperti penipuan pulsa, kejahatan perbankan, terorisme, hingga pencucian uang.
Karena nyaris semua tindak pidana tersebut berawal dari KTP ganda atau aspal (asli tapi palsu). Hal itu dikemukakan Sekretaris Kota (Sekkot) Parepare, Achmad Faisal Andi Sapada di sela-sela rapat koordinasi dengan para lurah, di Panorama Room Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), beberapa waktu lalu.
Faisal mengatakan, sejumlah peristiwa kejahatan berawal dari gampangnya orang membuat KTP. Namun dengan eKTP, nanti tidak akan lagi KTP ganda.
“Ini akan mengurangi Pabbote (penipu) karena orang tidak lagi gampang membuat KTP. Nanti tidak akan ada lagi SMS kirimkan pulsa mama atau kirim saja di rekening bank ini,” kata Faisal disambut tawa peserta koordinasi yang juga terdiri dari para Ketua RT/RW dan tokoh masyarakat se Kecamatan Ujung.
Dulu kata Faisal, ada orang memiliki KTP hingga 15 buah. Jadinya, mereka dengan leluasa membuat rekening di Bank dengan tujuan kejahatan. Terkait tertib KTP ini, pemerintah daerah dalam waktu dekat akan membuat surat edaran kepada para pejabat kelurahan dan camat.
Faisal meminta para lurah tidak gampang mengeluarkan keterangan domisili kepada warga baru. Menurutnya, sikap gampang mengeluarkan KTP secara tidak langsung telah memberi kemudahan kepada orang berbuat jahat.
Dia juga meminta para Ketua RT/RW peduli pada warga baru di wilayahnya, terutama mereka yang domisilinya tidak tetap. “Tanyakan identitasnya, apa kerjanya, jangan nanti bom sudah meledak baru ditanya siapa orangnya. Ini adalah bagian dari pelayanan administrasi,” tegasnya. (*/tir)

