MALILI, CAKRAWALA – Dua ilmuwan bakal melakukan penelitian di Luwu Timur. Kedua ilmuwan tersebut adalah Dr. James Russel dari Departemen Ilmu Geologi Universitas Brown, AS dan Dr. Satria Bijaksana dari Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung.
Kunjungannya ke Luwu Timur dalam rangka menindaklanjuti rencana proyek pengeboran sedimen Danau Towuti pada 2014 mendatang. Keduanya pun menemui Luwu Timur, Andi Hatta Marakarma.
Dalam pertemuan tersebut, Satria Bijaksana mengatakan, sebelum melakukan penelitian ada beberapa hal paling penting untuk dilakukan seperti perizinan. Itu terkait dengan adanya aturan bahwa peneliti asing yang menetap untuk meneliti selama enam bulan sampai setahun, harus ada izin dari Menteri Riset dan Teknologi (Menristek).
Selain itu para ilmuwan juga berencana membangun base camp serta importasi logistik. Satria menambahkan, proyek tersebut akan melibatkan pemerintah lokal, masyarakat serta pemangku kepentingan lain dalam upaya peningkatan transfer ilmu dan kapasiatas ilmiah, demi keberlanjutan ekosistem Danau Towuti.
Dalam pengambilan sampel, para ilmuwan optimis mampu menyelesaikan penelitiannya dalam jangka waktu du tahun. Adapun jumlah tim sebanyak 30 orang sebahagian warga negara asing. Mereka menggunakan sistem kerja dua shift dalam 12 jam.
Proyek pengeboran Danau Towuti ini suatu kolaborasi ilmiah internasional dengan melibatkan ilmuwan dari Amerika Serikat, Indonesia, Jerman, Kanada, Australia, Swiss, Singapura dan Inggris. Tujuannya, membantu menentukan usia Danau Towuti secara biologis, memahami perubahan iklim dan lingkungan di masa lampau (klimatologi) serta mengetahui pergerakan tektonik.
Bupati Luwu Timur, Andi Hatta Marakarma sangat merspon adanya keinginan untuk melakukan penelitian di Luwu Timur. Penelitian ini dianggapnya sangat penting untuk mendapatkan informasi dan data akurat, sehingga nantinya menjadi pertimbangan dan rekomendasi pemerintah daerah dalam menetapkan kebijakan. (kr3/tir)

