Sen05202013

Last update03:03:38

IMM Kutuk Pembantaian Etnis Rohingya

WATAMPONE, CAKRAWALA – Sebanyak seratus pengurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara menggelar aksi unjuk rasa di Watampone Jumat, 3 Agustus. Mereka mengutuk tindakan pemerintah Mynmar yang bertindak zalim terhadap etnis Rohingya di Mynmar,.

Aktivis mahasiswa Muhammadiyah dari berbagai daerah regional Indonesia Timur itu berada di Bone untuk mengikuti pelatihan Darul Arkam Madya yang diadakan IMM Bone. Namun disela-sela kegiatan itu mereka menggelar aksi unjuk rasa.

Dalam pernyataan sikap, mereka mendesak Pemerintah Indonesia melakukan diplomasi dan menekan pemerintah Myanmar agar menghentikan tindakan bejatnya membantai etnis Rohignya. Jika Mynmar tidak menggubris permintaan Indonesia, lebih baik memutuskan hubungan diplomatik dan melakukan embargo kepada Mynamar.

Koordinator lapanan IMM, Muhammad Solihin, apa yang terjadi di Myanmar telah mengusik rasa keadilan dan kemanusian bangsa Indonesia yang sudah termaktub dalam undang-undang dasar 1945.

“Kami juga mendesak kepada pengurus Muhammadiyah pusat segera mengeluarkan instruksi kepada semua jajaran Muhammadiyah yang ada di dalam dan luar negeri untuk melakukan upaya perlindungan etnis Rohigya. Mempersiapkan segala sesuatunya untuk memberikan bantuan kemanusiaan,” ujar Muhammad Solihin.

Para aktivis ini juga meminta kepada pemerintah Indonesia memberikan suaka politik bagi etnis Rohingya yang berada di Indonesia.

Walaupun dalam keadaan melaksanakan ibadah puasa, para kader IMM itu secara bergantian menggelar orasi. Setelah kurang lebih 1, 5 jam menggelar orasi dan membakar ban bekas, mereka lalu berjalan kaki kurang lebih 2 kilometer ke tempat pelatihan mereka, sambil membagikan selebaran, yang berisi seruan untuk menunjukan solidaritas antar sesama muslim. (kr4/ami)