BANTAENG, CAKRAWALA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bantaeng, KH Abd Madjid Rudda, mengimbau warga tidak mempolitisasi bantuan masjid.
“Niat baik bupati dan pemerintah daerah membantu masjid seharusnya dapat diterima dengan ikhlas. Bukan dilihat dari sisi politik atau kepentingan,” katanya menanggapi terjadinya polemik di masyarakat terkait pemberian bantuan bupati ke masjid, Minggu 29 Juli.
Dia menilai, kebijakan bupati atau pemda membantu masjid merupakan kebijakan yang sangat baik untuk membantu peningkatan syi’ar keagamaan, terutama di bulan suci Ramadhan. Bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian kepada ummat, terutama para jamaah yang menginginkan tempat ibadah lebih baik.
“Sistim pemberian bantuan kali ini sangat baik karena langsung ke rekening pengurus masjid tanpa ada pemotongan. Untuk mencairkan dananya, ketua dan bendahara yang harus bertandatangan sehingga sangat aman,”ujar Ketua MUI.
Hal senada dikemukakan tokoh masyarakat, KH M Nuh, yang juga mantan anggota DPRD Bantaeng. Dia mengatakan, bantuan itu sifatnya bantuan biasa. Dia berharap penerima bantuan tidak mempersoalkannya.
‘’Kita bersyukur karena bupati ataupun pemda memberi perhatian serius terhadap pengembangan rumah ibadah,” imbuhnya. (kr1/ami)

