Sab05182013

Last update04:09:15

Plt Wali Kota Prihatin Capaian PAD

PAREPARE, CAKRAWALA – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Parepare Sjamsu Alam mengaku prihatin dengan pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Parepare pada periode Januari hingga Mei. Keprihatinan itu disampaikan pada Rapat Monev PBB dan PAD di Ruang Data Kantor Balai Kota Parepare.

Keprihatinan Sjamsu Alam memang wajar. Hingga bulan Mei pada target tahapan 32 persen, capaian PAD Parepare baru Rp16,3 miliar.

Padahal idealnya, kata Sjamsu, capaian PAD sudah berada pada angka Rp25 mi­liar karena sudah lima bulan berjalan.


“Kalau melihat PAD yang masuk berdasarkan laporan dari Kadis Pendapatan Da­erah (H Yodi Haya), ini sangat memprihatinkan,” katanya.

Dengan pencapaian hingga bulan Mei yang baru 24,32 persen dari anggaran Rp67 miliar tersebut, berarti Pemerintah Kota Parepare masih harus mengumpulkan Rp51 miliar dalam tempo waktu yang sisa tujuh bulan untuk memenuhi target Rp67 miliar di tahun 2012 ini.

Karena itu, Sjamsu Alam mewacanakan agar di tahun mendatang tim pemkot mengkaji ulang target PAD yang akan ditetapkan nanti. Pasalnya, kata mantan anggota DPRD Parepare dua periode ini, pada tahun 2011 lalu Pemkot Parepare gagal memenuhi target. Tetapi aneh­nya, pada tahun 2012 ini target justru dinaikkan 100 persen.

“Saya sampaikan kepada tim, kalau memang nanti tidak mencapai target, maka kita jangan muluk-muluk di tahun anggaran berikutnya. Kita kembali saja pada target sekitar Rp40 miliar lagi,” katanya.

Selain dihadiri langsung oleh Plt Wali Kota, Rapat Monev PAD dan PBB ini juga dihadiri Sekretaris Kota Parepare Achmad Faisal A Sapada selaku Ketua Tim Intensifikasi PAD dan PBB Parepare. Ha­dir juga pimpinan-pimpinan SKPD hingga camat dan lurah se-Kota Parepare.

Dalam laporannya, Kepala Dispenda Parepare Yodi Haya, menyebutkan bahwa berdasarkan rekapitulasi realisasi penerimaan PAD per 31 Mei 2012, maka diperoleh data pajak daerah yang te­realisasi sampai dengan bulan Mei sebesar Rp4,3 miliar atau 44,65 persen dari anggaran sebesar Rp9,6 miliar.

Kemudian retribusi da­erah dari anggaran sebesar Rp7,7 miliar telah terealisasi sebesar Rp31,08 persen de­ngan jumlah realisasi penerimaan hingga bulan Mei sebesar Rp2,4 miliar.

“Dari 14 SKPD yang dibebankan PAD, baru enam SKPD yang berhasil mencapai target tahapan PAD. Sementara delapan SKPD lainnya belum mencapai target tahapan,” kata Yodi menyampaikan laporannya.

Keenam SKPD yang telah mencapai target tahapan 32 persen yakni Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan, Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Perhubungan, Dinas Pendapatan Daerah, dan Dinas Kesehatan.

Sementara SKPD-SKPD yang belum mencapai target tahapan hingga Mei ini yakni Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD), Dinas Pertanian, Kehutanan, Perikanan, dan Kelautan (PKPK), RSUD Andi Makkasau, Dinas Pekerjaan Umum, Bagian Keuangan Setdako, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Olahraga dan Pariwisata, dan Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan UKM. (kr2/tir)