Diharapkan Tarik Minat Wisatawan
MALILI, CAKARAWALA— Ratusan nelayan dari beberapa kabupaten kota turut meramaikan lomba Bala’bala (balapan) dengan menggunakan perahu tradisional Jolloro. Sejumlah daerah itu di antaranya, Kabupaten Bone, Pangkep, Palopo, Luwu Utara dan Luwu.
Lomba Bala’-Bala’ ini memperebutkan Piala Ketua DPRD Luwu Timur (Lutim), M Sarkawi A Hamid, yang memperebutkan satu unit sepeda motor sebagai hadiah utama. Kegiatan ini digelar di Pantai Lemo, Desa Mabonta, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur.
Lomba Bala’-Bala’ yang kedua kalinya digelar ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat 13 Juli sampai Minggu 15 Juli kemarin. Bala’Bala’ adalah balapan menggunakan perahu tradisional masyarakat Tana Luwu dengan kapasitas maksimal dua orang dewasa.
Ketua Panitia Pelaksana, Muhahammd Abdi, mengatakan, salah satu tujuan dilaksanakannya kegiatan lomba perahu traidisional Bala’-Bala’ ini, untuk membangkitkan kembali objek Wisata Pantai Lemo yang selama terkesan tidak terurus.
Sementara, Ketua DPRD Lutim, Sarkawi dalam sambutannya menyatakan, dengan kegiatan ini, diharapkan bisa menjadi objek wisata menarik, serta bisa mempertahankan perahu tradisional masyarakat Tana Luwu yang dikenal memiliki keunikan tersendiri.
“ Kegiatan ini diharapkan menjadikan Pantai Lemo kembali berjaya seperti tahun 90- an silam, dimana hampir setiap saat ramai dikunjungi para wisatawan baik lokal maupun wisatawan mancanegara,” kata Sarkawi.
Sarkawi juga mengatakan bahwa Pantai Lemo ini, harus mendapat perhatian serius untuk diantisipasi agar abrasi yang terjadi di obyek wisata tersebut tidak meluas dan merusak pemukiman penduduk. “Kondisi ini tidak bisa kita dibiarkan dan harus ditanggulangi secepat mungkin,” katanya.
Bupati Luwu Timur, Hatta Marakarma, meminta agar semua pihak segera duduk satu meja untuk membicarakan kondisi Pantai Lemo dan mencari solusi terkait abrasi yang terjadi.
“Sangat disayangakn jika Pantai Lemo yang dulunya menjadi idola, harus hilang hanya karena abrasi. Keindahan Pantai Lemo harus tetap dijaga dan dilestarikan,” ujarnya.
Olehnya itu, lanjut Hatta, semua instansi terkait harus menyusun program kerja untuk mengatasi hal tersebut, sehingga anggarannya dapat diakomodir pada APBD tahun 2013 mendatang.
Dalam kesempatan itu, Hatta menawarkan salah satu solusi untuk mengatasi itu yakni dengan pembangunan tanggul pemecah ombak.
“Mudah-mudahan dengan pemecah ombak, abrasi pantai dapat diminimalisir, sehingga kondisi objek wisata ini akan kembali normal,” tandasnya.
Untuk diketahui, acara ini dibuka langsung Bupati Lutim, A Hatta Marakarma. Turut hadir sejumlah pejabat di antaranya, Sarkawi A Hamid, Kapolres Lutim AKBP A Firman, dan Kajari Malili Ardhana. (kr3/eky)

