Langsung Pimpin Rakor Pembentukan Luteng
BELOPA, CAKRAWALA – Wakil Bupati (Wabup) Luwu, Syukur Bijak, resmi berkantor Jumat, 15 Juni, dan langsung memimpin rapat koordinasi (rakor) persiapan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah (Luteng).
Ketua DPC Partai Demokrat Luwu ini tiba di tanah kelahirannya di Walenrang-Lamasi (Walmas), Kabupaten Luwu pada Kamis, 14 Juni. Syukur Bijak menjalani ‘libur’ beberapa hari karena tersandung kasus narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) di Makassar sejak Sabtu, 9 Juli.
Mantan legislator yang kerap disebut Siku ini tiba di kantor Bupati Luwu di Belopa, dengan mengenakan pakaian dinas pada pukul 09.00 wita. Tampak mendampingi sang istri, Elnita Syukur Bijak, dan anak sulungnya, Devi.
Kedatangan Siku ini disambut Kepala Dinas (Kadis) DPKAD Luwu A Akrab, Wahyudi (Kadis kebersihan), Anwar Usman (Kepala Bagian Humas), dan Halija (Kepala Perpustakaan). Juga terlihat menyambut Siku seperti, Arifin (Kepala Satuan Polisi Pamong Praja), M Rudi (Kabag Keuangan), Nursan (Kabag Umum).
Sejumlah staf humas dan protokoler pun terlihat ikut menyapa dan menyalami. Bahkan beberapa sempat melakukan cipika-cipiki (sium pipi kanan dan kiri).
Namun hingga beberapa saat berlalu tidak terlihat pejabat teras di Luwu yakni Bupati A Mudzakkar dan Sekkab Syaiful Alam. Baik Cakka –sapaan A Mudzakkar, maupun Syaiful tidak terlihat menyambangi Siku atau sebaliknya. Informasi yang diperoleh Cakrawala mengatakan bahwa alfanya Cakka dan Syaiful karena sedang melaksanakan dinas ke luar daerah.
Usai bersilaturahmi dengan sejumlah bawahannya, Siku langsung memanggil beberapa pejabat dan menggelar rakor. Siku memimpin rakor terkait rencana pembentukan daerah Walenrang dan Lamasi (Walmas) sebagai daerah otonom baru, Kabupaten Luwu Tengah.
Sehari sebelumnya, tepatnya di Desa Kasiliang, Kecamatan Suli, ratusan kerabat dan keluarga juga melakukan penjemputan secara adat terhadap Syukur Bijak. Penjemputan ini dilakukan sebagai wujud kegembiraan dan rasa syukur keluarga atas kembalinya Siku ke tanah kelahirannya.
“Saya tidak pernah mengkonsumsi narkoba itu. Sekali lagi saya tegaskan, saya tidak pernah mengkonsumsi narkoba,” kata Pangulu Kada Ilan Batu ini saat itu kepada wartawan.
Usai mengikuti acara pengajian di rumah jabatannya, Siku melanjutkan perjalanan ke kediaman pribadinya di Desa Batu Sitanduk, Kecamatan Walenrang. Rencananya, keluarga akan menggelar syukuran atas kembalinya Siku.
Seperti diketahui, nama Syukur Bijak beberapa hari terakhir ramai diperbincangkan di media karena sempat digelandang ke Mapolrestabes Makassar. Syukur bersama enam rekannya digiring polisi karena diduga telah melakukan pesta narkoba jenis sabu-sabu.
Alhasil, setelah menjalani pemeriksaan intensif, dilaporkan bahwa sang politisi dinyatakan tidak terbukti karena tes urine negatif.
Hasil ini sempat simpang siur mengingat Kepala Polrestabes Makassar, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Erwin Triwanto, sebelumnya mengatakan telah mentersangkakan Siku. Bahkan berselang kemudian, Kapolrestabes kembali membuat pernyataan Siku mengaku mencicipi barang haram itu.
Namun kemudian pihak Polda Sulselbar melalui Kepala Bidang Humas, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Chevy Ahmad Sopari, membantah semua pernyataan Kombespol Erwin.
Kota Jasa
Jika nanti Walenrang dan Lamasi (Walmas) resmi terbentuk menjadi daerah otonom baru, Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak, menyatakan optimis daerah ini akan bisa bersaing dengan daerah lainnya yang lebih duluan terbentuk sebagai daerah otonom.
Menurut Syukur Bijak, kondisi geografis, letak daerah, serta potensi yang dimiliki Walmas sangat layak untuk dimekarkan menjadi daerah otonom.
“Ada tiga hal penting yang harus diperhatikan dan diterapkan jika Luteng dimekarkan. Ketiga hal tersebut adalah, data, tata aturan, dan manajemen keuangan yang baik,” beber Siku, sapaan lain Syukur Bijak.
Posisi Luteng yang hanya berjarak sekitar 25 kilometer dari Kota Palopo juga sangat layak untuk dijadikan kota jasa dan koa industri.
Dalam rakor kemarin, Siku menyatakan bahwa rencana pembentukan Luteng tinggal selangkah lagi. Persyaratan yang harus dilengkapi hanya data pembagian jumlah personel Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang nantinya ditempatkan di Luteng jika wilayah Walmas kelak dimekarkan.
“Selain masalah pembagian pegawai, kita juga harus merancang berapa kebutuhan SKPD dan badan untuk melengkapi struktur pemerintahan daerah jika nantinya Luteng terbentuk sebagai daerah otonom,” kata Siku.
Jika data mengeai pembagian jumlah PNS dan struktur kelembagaan pemerintahan daerah telah rampung, maka segera dikirim ke Pemerintah Pusat untuk selanjutnya dibahas bersama anggota DPR RI. (kr3/tan)

