Rab05222013

Last update12:41:52

Suami Diduga Aniaya Istri Hingga Tewas

Polisi Kejar Pelaku

 

PALOPO, CAKRAWALA— Seorang Ibu Rumah Tangga Sabriati (26) warga Salobulo, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo tewas dengan sejumlah luka dibadannya. Diduga, korban beranak dua ini dianiaya oleh Sahlan yang tidak lain merupakan suaminya sendiri. 

Tak ayal, dengan kejadian ini puluhan warga yang tinggal disekitar lokasi langsung memadati kediaman korban.

Warga yang berupaya membawa korban ke Rumah Sakit Umum Rampoang Palopo tidak bisa menolong nyawa Sabriati yang sudah dalam kondisi kritis. Korban menghembuskan nafas terakhirnya dalam pejalanan saat dilarikan ke RSUD Palopo untuk mendapatkan perawatan.

Ketua RW II, Salobulo, Kecamatan Wara Utara, Sahrul menjelaskan, peristiwa pengania­yaan tersebut terjadi pada Sabtu, 25 Agustus malam. Namun, warga yang tinggal diokasi itu baru mengetahui keadaan korban saat pagi hari.

Lanjut, ia mengatakan bahwa korban diduga dianiaya oleh suaminya sendiri saat malam hari, karena beberapa bekas luka penganiayaan yang masih membekas dimuka korban, itu seperti orang yang telah dipukul, apalagi saat suaminya pulang juga diduga dalam keadaan mabuk.

Ia menambahkan, keke­rasan yang dialami korban sudah kesekian kalinya, setiap kali suaminya pulang dan dalam keada­an mabuk, korban kerap mendapat perlakukan kasar.

Ia menceritakan, korban pertama kali ditemukan oleh mertuanya sendiri yang saat itu datang mengunjungi rumah kediaman korban. Saat itulah, mertuanya meminta tolong kepada tetangganya untuk membantunya agar korban segera dibawah ke Rumah Sakit.

“Seandainya dari tadi malam warga ketahui jika korban telah dipukul dan dalam kondisi kritis, maka dari  tadi malam kami juga datang membantunya untuk memberikan pertolongan,” kata Sahrul.

Meski telah menikah dan dikarunia dua orang anak, suami korban juga diketahui memiliki selingkuhan, sehingga hubung­an rumah tangga mereka makin tidak akur.

Korban meninggalkan dua orang anak yaitu Fani dan Liani, Fani saat ini masih duduk di kelas IV SD sedangkan adiknya masih berusia 3 tahun.

Warga sekitar mengaku tidak menyangka dengan kejadian tersebut, sebab sepengetahuan warga pelaku juga dikenal sebagai sosok yang pendiam dan penyabar.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Amos Bijak, saat ditemui di tempat kejadian perkara (TKP), membenarkan perisitiwa terkait adanya pembunuhan tersebut.

Ia berjanji bahwa pihak kepolisian akan segera menyelidiki kasus tersebut, untuk mengetahui pasti apa penyebab utama tewasnya korban. Termasuk segera mengejar pelaku utama yakni suami korban.

Untuk menangkap pelaku utama, pihak kepolisian meminta bantuan ketua RW setempat untuk menemaninya, karena pihak kepolisian tidak mengetahui pasti muka pelaku utama.(kr3/eky)