Kam05232013

Last update12:41:52

Syahrul: Spanyol Menang karena Incumbent

alt

Puji Keberhasilan Pemerintah Palopo

 

PALOPO, CAKRAWALA – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengaku termotivasi kemenangan Spanyol saat melawan Italia di partai final Piala Eropa 2012 atau Euro 2012, Senin, 2 Juli dini hari kemarin. Spanyol yang merupakan incumbent sukses menekuk Italia
dengan skor 4-0.

Menurutnya, sebagai incumbent, Spanyol sangat wajar memenangkan pertandi­ngan. Hasil akhir 4-0 merupakan hadiah yang sangat pantas diterima Tim Matador atas perjuangan yang ditunjukkan sejak gelaran Euro dimulai.

“Apa yang diraih Spanyol sebagai peserta incumbent itu sangat wajar. Mereka memang pantas menjadi juara dan saya berharap agar di pilgub mendatang, calon incumbent juga menang,” kata Syahrul saat memberikan sambutan pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-10 Kota Palopo di Lapangan Pancasila, Palopo, Senin, 2 Juli.

Mantan Bupati Gowa dua periode ini mengatakan, sesuatu yang baik harus tetap dipertahankan. Sebuah daerah dikatakan maju, jelasnya, jika mampu menghadirkan pemerintahan yang baik, ber­pihak pada rakyat. Peme­rin­tahan yang mampu memberikan kedamaian di sebuah daerah, ada agama dan budaya di dalamnya.

“Kepada seluruh masya­rakat Palopo, mari kita meng­ulang hal yang baik. Keberhasil­an yang telah kita raih selama ini patut kita ulang kembali dan jika memungkinkan lebih ditingkatkan,” kata Syahrul yang sekaligus meminta restu untuk kembali memimpin Sulsel perio­de kedua.

“Saya yakin, orang Luwu adalah orang cerdas maka pastinya juga akan memilih sesama orang cerdas. Salah satu ciri–ciri orang cerdas yaitu memilih dengan hati nurani, tidak gontok – gontokan, tidak merendahkan dirinya, dan tidak pernah berkelahi,” lanjut Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel ini.

Peringatan Hari Jadi Kota Palopo berlangsung meriah. Berbagai kegiatan digelar. D i antaranya, parade defile mahasiswa megabuana yang bermanuver dan beratraksi di hadapan para undangan, parade karnaval yang menampilkan berbagai keunikan, mulai dari fashion, tarian, serta hasil bumi daerah.

Adapula defile dari 9 kecamatan dan 48 kelurahan yang mempromosikan kebudayaan dan kearifan lokal Kota Palopo. Meski diguyur hujan, kemeriahan HUT Palopo tetap terlihat.

Penopang Ekonomi

Pada kesempatan itu, Gubernur Syahrul memuji keberhasilan yang diraih Pemerintah Kota Palopo. Pujian tersebut diberikan karena Kota Palopo mampu meraih banyak prestasi. Di antaranya meraih Piala Adipura delapan kali berturut-turut, penghargaan Kota Sehat, hingga perusahaan daerah air minum (PDAM) yang terbaik di seluruh Indonesia.

Menurutnya, semua pres­tasi yang diraih Kota Palopo tersebut bukanlah hal yang mudah.”Saya bangga punya Kota Madya Palopo. Prestasi yang diraih luar biasa,” puji Syahrul.

Syahrul mengatakan, hari jadi adalah momentum mengkonsolidasi diri. Bagi sebuah daerah, merupakan momentum introspeksi apa yang diraih sekarang harus lebih baik dari kemarin serta mengakumulasi semua keberhasilan dalam satu tahun.

Prestasi yang diraih Kota Palopo merupakan sebuah simbol hadirnya perencanaan kota yang memberikan kerahmatan bagi masyarakatnya serta menjadi perekat sebuah daerah.

“Kalau tahun ini bisa berhasil, besok harus lebih. Tekad dan semangat menjadikan Palopo sebagai kota terhormat. Sinergitas yang ada di Sulsel, tersemangati dan terdistribusi dari Kota Palopo,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, Sulsel merupakan provinsi terbaik di seluruh Indonesia dengan meraih 115 penghargaan. Di antaranya, Prasamya Karya Bhakti Praja Nugraha, Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dua kali berturut-turut, Gatra Award dan beberapa penghargaan lainnya. Tetapi, prestasi tersebut tentu tidak terlepas dari daerah kabupaten/kota yang ada di Sulsel yang merupakan daerah maju.

“Ada lima hal yang menopang sebuah daerah maju. Mari kita jadikan renungan,” tuturnya.

Sebuah daerah dikatakan maju, jelasnya, jika mampu menghadirkan pemerintahan yang baik, berpihak pada ra­kyat, dan tidak meladeni dirinya sendiri. Pemerintahan yang mampu memberikan kedamai­an di sebuah daerah, ada agama dan budaya di dalamnya.

Ketentraman, kebutuhan rakyat yang tercukupi, tidak ada kegelisahan yang berlebihan, saling menghormati dan menghargai. Disamping itu, harus didukung sebuah ke­teraturan.

“Bisa beda pilihan, warna, partai, tapi sesama orang Sulsel, harus tetap saling me­nyayangi,” terangnya.

Selain itu, sebuah daerah akan maju jika hadir ekonomi yang berkembang. Sulsel merupakan daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang tertinggi di Indonesia yakni 8,64 persen. Tetapi, yang menopang termasuk Palopo dan semua daerah di Luwu.

Bahkan, Kabupaten Luwu menjadi kekuatan ekonomi Sulsel. Semua kabupaten/kota di Luwu rata-rata masuk 10 besar kategori pertumbuhan ekonomi tertinggi.

“Mari kita pertahankan ini, ekonomi yang terus bertumbuh,” imbaunya.

Pendidikan, lanjutnya, juga menjadi ukuran daerah yang maju. Hadir keamanan dan tidak ada kecemasan. Semua elemen masyarakat dan peme­rintahan menjalankan fungsi sesuai aturan sosial yang ada.

Politik dan demokrasi yang berjalan baik, pemerintahan yang juga bekerja dengan baik, serta ada ruang bagi perdagangan dan bisnis.”Palopo saat ini ber­kembang luar biasa. Karena­nya, politik tidak boleh merun­tuhkan apa yang telah di­raih saat ini,” tegasnya.

Sementara, Walikota Pa­lopo PA Tendriadjeng mengatakan, pihaknya siap menjadikan Palopo sebagai kota niaga. Tidak hanya itu, pendidikan juga menjadi perhatian utama pemerintahan Kota Palopo.

“Kami sedang melakukan arus urbanisasi penduduk Kota Palopo dan juga pedesaan. Tujuannya, untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat desa. Terutama di bidang perdagangan,” tutur­nya.

Dalam kesempatan itu, Syahrul juga mengukuhkan Walikota Palopo Tendriadjeng sebagai Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Palopo sekaligus menyerahkan bantuan getarbangdes tahun 2012 sebesar Rp50,417 miliar lebih. (kr3/ute)