Damaikan konflik antar-mahasiswa dua daerah
Makassar, Cakrawala Online– Konflik kekerasan yang melibatkan mahasiswa dari dua daerah di Sulawesi Selatan memaksa dua kepala daerah untuk turun tangan dalam penyelesaiannya, yaitu Bupati Bulukumba dan Walikota Palopo.
Bupati Bulukumba Zainuddin, yang dtemui di rumah jabatan Gubernur Sulsel, Sabtu (19/5) mengungkapkan bahwa pemerintah daerah, baik dari Bulukumba maupun Palopo telah turun tangan mengatasi masalah tersebut. Pihaknya telah bertemu dengan pemerintah Kota Palopo, Polda, dan juga mahasiswa.
"Sebelumnya kami semua telah bertemu dan telah membuat komitmen, tidak ada lagi gerakan," ungkap Zainuddin.
Zainuddin juga menjanjikan untuk mengganti segala kerugian yang dialami oleh para mahasiswa akan diganti oleh pemda. Bahkan, sekretariat yang rusak juga akan dibangun kembali.
"Kami harapkan, setelah ini, tidak ada lagi gerakan dan mahasiswa menjaga komitmen yang telah kita buat bersama dalam pertemuan sebelumnya," harapnya.
Terkait mahasiswa yang ditahan, Zainuddin menegaskan, tidak akan mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian. Namun, ia berjanji, akan tetap mendampingi mahasiswa yang terlibat dengan memberikan support.
"Kalau soal mahasiswa yang ditahan, biarkan proses hukum berjalan dan kami tidak akan mengintervensi. Tapi, kami akan tetap mendampingi mereka dan ada komunikasi yang berjalan untuk memberi mereka support," terang Zainuddin, yang didampingi Wakil Bupati Bulukumba Syamsuddin.
Wakil Wali Kota Palopo, Rahmat Masri Bandaso, membenarkan komitmen yang telah dibuat dengan pemda Bulukumba dan juga mahasiswa. Ia pun berharap, bentrokan tidak akan terjadi lagi.
"Kita harap, apa yang terjadi kemarin tidak terulang lagi. Kita sudah membuat komitmen, dan saya sangat berharap, anak-anak kami, mahasiswa memegang komitmen yang telah dibuat. Bahwa, tidak ada lagi gerakan dan masalah ini selesai sampai disini," urainya. Sementara, Kapolres Palopo AKBP Fajaruddin, mengatakan, pengamanan di semua sekret akan tetap dilaksanakan sesuai protap. Tiap sekret dijaga oleh satu regu.
"Kalau proses hukum, semuanya berjalan sesuai protap. Kami tetap menjaga agar suasana tetap kondusif dan tidak lagi terjadi pertikaian diantara kedua belah pihak," pungkasnya.
Konflik yang terjadi antara mahasiswa asal Bulukumba dan Palopo berbuntut pada aksi pembakaran salah satu asrama mahasiswa Bulukumba di Jl.Malengkeri Raya Jumat dini hari (18/5). Penyebab konflik ini diduga berlatar dendam antar mahasiswa dari dua daerah.
Pihak kepolisian sendiri telah menangkap puluhan mahasiswa dari kedua daerah serta menyita sejumlah senjata tajam berupa ‘papporo’, anak panah, senjata tajam berbagai jenis serta 17 kendaraan motor yang diduga digunakan dalam aksi penyerangan tersebut (Dewi)

