Iqbal: Polisi Harus Bertindak, Jangan Salahkan Ormas
MAKASSAR, CAKRAWALA – Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) mendukung tindakan keras Front Pembela Islam (FPI) terhadap sejumlah tempat hiburan malam (THM) dan rumah makan yang tetap beraktivitas di bulan Ramadhan.
FPKS mendukung surat peringatan FPI yang masuk ke beberapa THM dan rumah makan di Makassar, karena dipandang sebagai upaya yang perlu dilaksanakan. Dalam surat FPI tersebut tertulis, jika saat Ramadhan kedua tempat ini tak ditutup, maka FPI akan bersikap anarkis.
Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Makassar dari Fraksi PKS, Iqbal Djalil, mengaku tidak akan mempersoalkan jika FPI bertindak keras terhadap THM dan rumah makan yang buka di siang hari selama Ramadhan berlangsung.
Iqbal mengatakan, pihak kepolisian jangan salahkan organisasi masyarakat (ormas), tetapi yang harus ditindak adalah pihak THM dan rumah makan. Tempat hiburan harus ditindaktegas agar tidak buka pada saat Ramadhan, sebab sudah menjadi aturan pemerintah.
“Ormas Islam itu hanya menemani. Kalau kepolisian bertindak tegas terhadap THM tidak mungkin ormas akan bersikap anarkis, apalagi jika THM itu tutup,” katanya di Kantor DPRD Makassar, Selasa, 17 Juli.
Dia juga mengatakan, sikap yang dilakukan ormas itu terbuka dan memang wajar jika mereka bertindak seperti itu. Apalagi, FPI sudah berjanji akan bersikap tegas pada THM yang beroperasi di bulan Ramadhan.
Tindakan keras FPI sempat terjadi di sejumlah THM dan rumah makan yang tetap beroperasi pada Ramadhan tahun 2011. FPI sempat mendapat sorotan saat merusak sejumlah rumah makan di Jalan AP Pettarani.
Sebelumnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Makassar meminta agar semua ormas menahan diri dan tidak bertindak sepihak dalam mengawal Ramadhan. Ormas diminta melaporkan ke pihak berwajib termasuk aparat dinas jika ditemukan THM dan rumah makan yang tetap buka.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Usaha Hiburan Malam (AUHM), Zulkarnain Ali Naru, sebelumnya mengaku setuju penutupan THM jelang Ramadhan ini. Makanya, sebagian pengusaha yang tergabung dalam lembaganya, memanfaatkan momen ini untuk melakukan renovasi.
Apalagi setelah lebaran tentunya ada suasana baru yang diinginkan pelanggan tempat hiburan seperti cafe dan tempat karaoke. Hanya saja, dia meminta agar ormas tidak bertindak frontal dalam mengawal peraturan pemerintah tentang penutupan aktivitas THM di bulan Ramadhan. (mg3/ism)

