Aktivis: Jangan Ada Kesan KPK Butuh Belas Kasih
MAKASSAR, CAKRAWALA – Ide beberapa kalangan yang akan menggalang dana untuk membantu pembangunan gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak sepenuhnya direspon oleh para penggiat korupsi di Sulsel.
Sebagian aktivis melakukan aksi kumpul koin dengan nama Gerakan Kumpul Koin untuk KPK, namun tidak bagi Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KMAK).
KMAK menilai, gerakan itu akan membawa ekses negatif. Terutama dalam masalah indenpensi KPK sendiri dalam menjalankan tugas-tugasnya. Bahkan, ada kesan jika KPK justru meminta belas kasihan dari masyarakat untuk membangun kantor mereka yang baru, setelah permintaan mereka kepada DPR ditolak.
Anggota Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Makasar berharap agar masalah pembangunan gedung KPK yang baru tidak menjadi isu liar yang akan mempengaruhi citra dan kinerja KPK sendiri.
Penolakan penggalangan dana untuk gedung baru ini disuarakan oleh anggota KMAK, Elyas Josep. Dia menilai bahwa penggalangan dana untuk gedung baru KPK tak lebih dari isu untuk mengalihkan isu korupsi yang sedang di tangani oleh KPK.
Elyas pada prinsipnya setuju dengan adanya gedung baru KPK, tapi hal tersebut seharusnya tidak menjadi prioritas, apalagi dijadikan isu utama. Dia mengaku prihatin dengan sikap DPR yang menolak anggaran untuk pembangunan gedung KPK yang baru.
Menurutnya dengan adanya gerakan penggalangan dana untuk gedung baru KPK,oleh rakyat seharusnya menjadi alasan bagi DPR untuk menyetujui anggaran pembangunan gedung baru KPK. Karena sudah menjadi aspirasi masyarakat.
“Seharusnya DPR tidak egois dan mau mendengarkan aspirasi dari bawah, apalagi masalah gedung baru untuk meningkatkan kinerja kerja KPK,” ujarnya. Karenanya, dia berharap dengan adanya gerakan rakyat untuk KPK ini akan mampu memengaruhi kebijakan pemerintah.
Sementara itu pengamat hukum dari Universitas 45 makassar,Dr Marwan Mas, melihat jika gerakan penggalangan dana untuk gedung KPK adalah hal wajar sebagai bentuk keprihatinan masyarakat terhadap kondisi gedung KPK yang sudah tidak memadai lagi.
Hanya saja Marwan meminta semua kalangan untuk lebih obyektif dalam menyikapi masalah ini. Apalagi KPK adalah sebagai lembagi hukum yang akan banyak bersentuhan dengan masyarakat. Dia mengkhawatirkan KPK akan tersandera dengan penggalangan dana ini.
Koordinator Badan Pekerja Anti Corruption Committe (ACC) Sulsel Abdul Mutthalib juga merupakan salah seorang aktivis yang menolak gerakan penggalangan dana untuk gedung baru KPK.
Dia mengkhawatirkan jika kemudian terpaku pada masalah pembangunan gedung ini sehingga tidak lagi bisa berkonsentrasi pada masalah kasus-kasus korupsi yang sedang di tanganinya.
Muttalib menegaskan bahwa dengan mengumpulkan koin atau uang untuk pembiayaan gedung baru itu memberi kesan bahwa KPK membutuhkan dukungan dalam konteks agar KPK menjaga kewenangan dan independensinya. (mg4/ism)

