Rab05222013

Last update12:41:52

Unhas Selamatkan Anggrek Sulawesi yang Terancam Punah

MAKASSAR, CAKRAWALA – Galeri dan Klinik Tanaman Fakultas Pertanian dan Fakultas Kehutanan Unhas Makassar bekerjasama untuk melakukan kegiatan penanaman 1001 Anggrek Spesies Sulawesi di kawasan Hutan Pendidikan Bengo-Bengo Unhas, Kabupaten Maros. 

Penanaman perdana akan dilakukan Sabtu, 9 Juni, hari ini oleh Mahasiswa Pecinta Tanaman Unhas. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menyelamatkan  Anggrek Spesies Sulawesi yang keberadaannya kini semakin langka.

Dosen Fakultas Pertanian Unhas, Rinaldi Sjahril, yang juga peneliti anggrek, dalam rilisnya kepada Cakrawala, Jumat, 8 Juni, mengatakan, saat ini eksistensi anggrek endemik Sulawesi semakin terancam akibat degradasi lingkungan, pembalakan hutan, dan pengumpulan anggrek dari dalam hutan untuk tujuan komersil tanpa memperhatikan kelestariannya.

Untuk itu, sejak tahun 2007, Fakultas Pertanian Unhas telah mengumpulkan berbagai spesies anggrek dari beberapa daerah di Sulawesi, dan mengembangkan anggrek tersebut secara kultur jaringan di Laboratorium.

“Sulawesi memiliki kekayaan plasma nutfah anggrek endemik yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Namun melihat tingkat degradasi lingkungan, pembalakan hutan, dan praktek eksploitasi anggrek spesies yang tidak berkelanjutan yang terjadi saat ini, dikhawatirkan bila tidak segera diambil langkah-langkah untuk mulai mengkonservasi jenis-jenis anggrek ini,” katanya.

Jika tidak diantisipasi dengan cepat, maka bukan tidak mungkin di masa mendatang, Sulsel akan kehilangan sumber plasma nutfah yang berharga ini.

Kawasan hutan pendidikan Bengo-Bengo ini digagas untuk menjadi pusat konservasi spesies Anggrek Endemik Sulawesi. Pada kawasan ini diharapkan dapat dibangun laboratorium kultur jaringan dan green house sebagai fasilitas aklimatisasi dan etalase.

“Kami sedang menggagas kawasan ini sebagai Pusat Konservasi Anggrek Spesies Sulawesi, yang memiliki laboratorium untuk penelitian pengembangan dan pemuliaan Anggrek serta green house. Fitur ini juga akan melengkapi daya tarik wisata hutan Bengo-Bengo yang selama ini telah menjadi tujuan ekowisata,” lanjutnya

Rinaldi  berharap kegiatan ini akan bermanfaat bagi kelestarian alam, pendidikan, dan berkontribusi pada masyarakat melalui sisi ekowisatanya. Untuk itu, dukungan semua pihak termasuk pemerintah setempat sangat diharapkan agar hal ini dapat terwujud. (*/ism)