Kam06202013

Last update02:05:21

Ala Jokowi, Garuda-Na Daftar ke KPU

altMAKASSAR, CAKRAWALA – Sebanyak 19 partai politik (parpol) diklaim sebagai pengusung pasangan Bakal Calon (Balon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Andi Rudiyanto Asapa dan Andi Nawir Pasiringi (Garuda-Na).

Klaim dukungan ini disampaikan pasangan Garuda-Na saat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KP­UD) Sulsel, Jalan AP Petta­rani, Kamis, 13 September. Satu dari partai tersebut juga diklaim sebagai pengusung pasa­ngan Ilham Arief Sirajuddin dan Aziz Qahhar Mudzak­kar (IA), yakni Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI).

Dari 19 parpol yang diajukan ke KPU tersebut terkumalasi 597.197 suara atau 15,92 persen. Salah satu partai pendukung utama pasangan ini, yakni Partai Gerindra.

Sehingga, jumlah suara pengusung oleh pihak KPUD Sulsel dianggap memenuhi syarat untuk mendaftarkan diri sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

Garuda-Na mendaftar ke KPU kemarin menggunakan baju kotak-kotak mirip sera­gam pasangan Cagub-Cawagub DKI Jakarta, Jokowi-Ahok. Ahok yang dijadwalkan ha­dir, ternyata tidak muncul di KPUD Sulsel kemarin.

Yang hadir hanya Permadi, tokoh Partai Gerindra yang juga sahabat Prabowo, pendiri Gerindra. Pasangan ini dikawal sekitar 400 aparat kepolisian. Sejumlah tokoh partai juga hadir termasuk dari Hanura, seperti Rahman Halid dan Amrullah Pase. Beberapa tokoh masyarakat juga ikut hadir dari sejumlah daerah, seperti Kabupaten Bone, Sinjai, Bulukumba, Gowa, dan beberapa daerah lainnya.

Anggota KPUD Sulsel, Ziaur Rahman Mustari, yang menjadi tim verifikasi berkas mengatakan bahwa untuk sementara berkas-berkas yang diajukan oleh pasangan Garuda-Na dianggap memenuhi syarat.

Meski demikian, masih akan dilakukan verifikasi terhadap berbagai berkas yang dimasukkan oleh pasangan kandidat, mulai keabsahan surat-surat dukungan parpol hingga berkas pasangan calon. Termasuk pemeriksaan ijazah hingga surat-surat lainnya. Verifikasi ini sendiri menurut Ziaur akan dilakukan selama tujuh hari.

“Dari verifikasi syarat sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur, pasangan Andi Rudianto-Andi Nawir sudah lolos untuk menjadi pendaftar, tapi sebagai calon gubernur, masih akan dilakukan verifikasi terhadap berkas-berkas yang mereka masukkan,” jelasnya di Media Center KPUD kemarin.

Ziaur menjelaskan, verifikasi terhadap dukungan parpol akan dilakukan untuk mengetahui keabsahan peng­urus parpol yang bertandatangan di surat dukungan tersebut.

Dia juga mengatakan, verifikasi untuk mengetahui adanya dukungan ganda juga akan dilakukan hingga tingkat pengurus pusat partai dan Kementerian Perundang-undang­an Hukum dan HAM. 

Dua instutisi inilah me­nurut Ziaur yang menentukan keabsahan partai pendukung. Setelah dilakukan verifikasi nanti, maka diberi kesempat­an kepada pasangan calon bersangkutan untuk memperbaiki berkas mereka jika ada yang tidak lengkap.

Kemudian, dilanjutkan verifikasi ulang kembali selama tujuh hari, dan hasil finalnya akan menentukan apakah mereka lolos menjadi cagub-cawagub.

Sementara itu, Rudianto dalam jumpa persnya meminta kepada media massa untuk bersikap netral dalam pemberitaan seputar pemilihan gubernur.

Sayang-IA

Sementara itu, dua pasangan Balon Gubernur-Wa­kil Gubernur, Syahrul Yasin Limpo (Sayang) dan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA), akan mendaftar Jumat, 14 Septem­ber, hari ini, dalam waktu yang berbeda.

Sayang akan mendaftar pagi hari, sekitar pukul 11.00 Wita, sedangkan IA mendaftar usai Salat Jumat, sekitar pukul 13.00 Wita hari ini.

Karena dikhawatirkan ter­jadi gesekan massa, Polda Sulselbar mengerahkan 2.500 personil untuk mengawal pendaftaran Sayang dan IA. Sa­yang akan berangkat dari kediaman orang tua Syahrul di Jalan Haji Bau menuju ke Kantor KPU Sulsel. Setelah itu, akan menggelar salawat badar menjelang Salat Jumat di Masjid HM Asyik yang lokasinya tidak jauh dari Kantor KPUD.

Sementara, pasangan IA akan berangkat dari kediaman orang tua Ilham di Jalan Maipa usai Salat Jumat menuju Kantor KPUD Sulsel.
“Kalau besok (hari Ini), kami siapkan 2.500 anggota di lapangan,” kata Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Makassar, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Erwin Triwanto.

Hal itu mengingat kedua pasangan ini memiliki simpatisan dan pendukung fanatik yang dinilai rawan me­nimbulkan kericuhan. “Kami juga siapkan 2.500 anggota di mako (Polrestabes Makassar), yang sewaktu-waktu dapat dipanggil apabila terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Tapi, kami berharap mudah-mudahan tidak terjadi,” kata Erwin. (mg4-sam/ism)