Akan Hijrah ke Gerindra
MAKASSAR, CAKRAWALA--Mantan bupati pinrang, Andi Nawir, mengaku sudah lama memintan mundur dari Demikrat, Hal itu dipicu tudingan dirinya dizalimi di Musda Demokrat lalu yang memenagkan Ilham Arief Sirajuddin.
Nawir mengaku pasca kejadian itu ia sudah mengajukan pengunduran diri. “Saya dari dulu menunggu. Saya bilang, silahkan pecat saya.
Sehabis Musda saya sudah nyatakan mau berhenti. Saya merasa dipecundangi di Musda. Saya bilang saya cuma mau istirahat saja di
empang. Tapi ketua fraksi (Ni’matullah.red) bilang, Pak Nawir tidak usah berhenti. Tinggal saja di DPR. Kalau ada rapat-rapat, tidak perlu hadir,” kata Nawir saat ditemui di Gedung DPD Gerindra Sulsel, Rabu, 23 Mei.
Nawir mengaku tidak takut kehilangan posisi di legislatif. Dia menjelaskan, masuknya dia di legilatif melalui Demokrat tidak ubahnya hanya iseng-iseng belaka.
“Saya masuk DPRD ini cuma main-main, makanya saya tidak takut kehilangan posisi di legislatif. Saya sebenarnya tidak mau masuk DPRD.
Lepas bupati sebenarnya saya cuma mau istirahat di empang. Tapi karena Demokrat melalui Pak Reza Ali meminta saya nyaleg, saya menghargai,” beber Nawir.
Namun dalam perjalannya, Nawir merasa dizalimi DPP Demokrat. Utamanya saat Musda Demokrat Sulsel dimana Ilham yang saat itu hanya mengantongi dukungan 3 DPC menang dengan bantuan DPP Demokrat yang memecat 18 Ketua DPC yang mendukung Nawir.
“Cukup dua kali saya dizalimi di Demokrat, termasuk di Musda. Sekecil apapun saya ini. Saya sudah berbuat banyak untuk Demokrat. Karena saya bisa menyumbang satu kursi untuk Demokrat, saat Demokrat belum memiliki suara. Orang lain belum ada kontribusinya bagi Demokrat,” kata Nawir penuh singgung ke Ilham.
Tokoh yang selama 35 tahun bergelut di pemerintahan ini juga mengaku memaklumi sikap garang Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sulsel Ni’matullah di media belakangan ini. “Pak Ni’matullah itu bagus sama saya. Tapi dia takut sama Ilham, makanya berkomentar seperti itu di media,” lanjutnya.
Nawir menambahkan, dia dan Rudiyanto Asapa telah menemui kesepahaman. Jika pasangan ini kalah di Pilgub, meraka berdua akan melanggeng ke DPR RI. “Saya dan Rudi sudah sepakat untuk ke DPR Pusat lewat Partai Gerindra,” imbuhnya. (del/soe)
Sabtu, Demokrat Rapatkan Nawir
DESK Pemilukada DPD Demokrat Sulsel mengagendakan rapat terkait sejumlah perubahan peta politik di Sulsel. Diantaranya soal majunya Kader Demorat yang juga mantan Bupati Pinrang dua periode, Andi Nawir,l berpasangan dengan Ketua Gerindra Sulsel sekaligus Bupati Sinjai, Rudiyanto Asapa.
Wakil Ketua DPD Demokrat Sulsel yang juga Ketua Desk Pemilukada Demokrat Sulsel, Ni’matullah menerangkan sikap Demokrat terhadap majunya Andi Nawir akan dibicarakan dalam rapat yang digelar Sabtu, 26 Mei mendatang.
“Hari Sabtu, desk pemilukada akan rapat. Kami membahas banyak hal. Termasuk soal majunya Pak Andi Nawir,” kata Ni’matullah saat dihubungi semalam, Rabu, 23 Mei.
Ni’matullah yang sedang berada di Jakarta untuk meminta petunjuk DPP ini tidak membantah jika rapat tersebut kemungkinan berujung pada pleno pemecatan Andi Nawir sebagai kader Demokrat.
Rapat tersebut juga dipastikan membahas strategi counter attact Demokrat terkait potensi larinya sebagian basis massa Demokrat utamanya di daerah Ajatappareng (Pinrang, Sidrap, Enrekang, Pare-pare, dan Barru), daerah yang selama ini dikenal sebagai lumbung suara Nawir.
Selain membahas Nawir, rapat desk pemilukada itu juga akan membahas soal diusungnya Andi Fahsar Padjalangi di Bone dan Burhanuddin Baharuddin di Takalar oleh Partai Golkar. Seperti diketahui, Demokrat sejak lama mengaku menunggu bola muntah Golkar di dua kabupaten ini. Bola muntah yang dimaksud adalah Irsan Idris Galigo dan Natsir Ibrahim. (del/soe)

