Min05262013

Last update12:41:52

Dewan: Konsep Makassar Kota Dunia Tak Jelas

Perda RT/RW Dijadikan Dasar Benahi Tata Ruang

 

MAKASSAR, CAKRAWALA – Konsep kota dunia yang selama ini dijadikan visi utama Kota Makassar mulai dipertanyakan oleh sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar.
 
Pasalnya, konsep dan program menuju kota dunia tidak jelas, baik itu dari progres program maupun dari rencana program jangka panjang.
 
Anggota Komisi D DPRD Makassar, Stepanus Suwardi Hiong, mengatakan, dari program kerja yang dimiliki oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar menyebutkan visi Makassar Menuju Kota Dunia. 
 
Untuk merealisasikan program ini, Bappeda Makassar menghabiskan anggaran sebesar Rp18 miliar lebih. Sebagian besar dianggarkan untuk gaji pegawai dan kebutuhan kesekretariatan. 
 
Menurut Stephanus, dalam rapat badan anggaran yang lalu, Bappeda Makassar ternyata tidak mampu menjelaskan secara terinci soal program pemerintah kota.
 
“Jika mau menuju kota dunia, kota dunia yang mana yang akan dituju, langkah apa saja yang telah dilakukan untuk menuju kota dunia. Sejauh mana progres dari program dunia,” ujar Stephanus di Kantor DPRD Makassar, Jalan AP Pettarani, Jumat, 14 September.
 
Menurutnya, jika memang akan menuju kota dunia maka,  bappeda sudah harus memiliki program yang dilakukan secara bertahap, termasuk memasukkannya sebagai usulan di anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). 
 
Dia pesimis kota dunia akan tercapai, apalagi  perda  RT/RW hingga saat ini belum juga terselesaikan. Padahal, perda ini penting karena akan mengatur tata ruang kota. Terutama perlunya kawasan-kawasan terpadu sesuai dengan peruntukkannya.
 
“Bagaimana bisa menuju kota dunia, jika perda RT/RW saja hingga saat ini belum terselesaikan, padahal mereka sudah menghabiskan Rp1,8 miliar, namun hasilnya belum ada. Sementara, pembangunan tetap jalan tanpa memperhatikan tata ruang yang ada,” ujarnya.
 
Seharusnya, kata dia, tidak ada pembangunan sebelum adanya Perda RT/RW. Karena jika pembangunan dilakukan, dan kemudian perda dikeluarkan, kemudian bangunan tersebut menyalahi tata ruang maka semua bangunan itu harus di bongkar.
 
Stepanus berjanji akan terus mempertanyatakan program dari pihak Bappeda Makassar tersebut sebelum merugikan masyarakat.
Di beberapa kesempatan, baik Wali Kota Ilham Arief Sirajuddin dan pejabat-pejabat Pemkot Makassar terus mendengungkan soal visi Makassar Menuju Kota Dunia. 
 
Disebutkan, bukan hanya soal tata ruang yang sedang dibenahi, namun pemkot mengupayakan pelayanan maksimal di berbagai sektor, terutama kesehatan dan pendidikan. 
 
Makassar sebagai gerbang Indonesia timur, dengan berbagai fasilitas yang ada, diyakini oleh pemkot akan mampu mewujudkan visi Makassar Menuju Kota Dunia tersebut. (mg4/ism)