MALANG, CAKRAWALA - Selain mempersoalkan kinerja wasit yang tidak fair karena lebih berpihak pada tuan rumah Arema Indonesia, pelatih PSM Makassar, Petar Segrt, juga mempertanyakan dua pemain Arema yang seharusnya tidak boleh tampil karena hukuman, yaitu gelandang Eka Hera dan bek Hermawan.
Pelatih Arema, Dejan Antonic, memang memasukkan nama Eka dan Hermawan dalam skuadnya melawan PSM pada leg kedua babak ketiga
Piala Indonesia 2012 di Stadion Gajayana, Malang, Rabu, 30 Mei kemarin. PSM menuai kekalahan 0-1 dalam laga ini. Menurut Petar, Eka dan Hermawan adalah pemain yang sebenarnya tidak boleh main pada pertandingan tersebut.
“Pada pertandingan leg pertama di Makassar, wasit mencatat kedua pemain itu telah memukul dirinya. PSSI sudah mengirimkan surat resmi kepada Arema dan juga kepada kami bahwa keduanya dihukum tidak boleh tampil pada leg kedua. Tetapi, pelatih Arema tetap memainkan keduanya,” kata Petar , Kamis, 31 Mei.
“Ini juga yang ingin kami protes kepada PSSI. Karena, keduanya ikut bermain. Saya sudah tanyakan hal ini kepada komisioner pertandingan sebelum laga dan juga saat technical meeting, tapi Arema sepertinya tidak peduli,” kata pelatih asal Kroasia itu.
Bukan saja Petar yang menilai Arema curang. Para pemain PSM pun menganggap seperti itu, bahkan mereka berpendapat jika PSSI seakan-akan melindungi Arema.
Petar pun berharap agar PSSI bisa bermain adil untuk PSM. Karena Juku Eja adalah bagian dari sepakbola Indonesia. (omr/mri)




