Petar Sesalkan Keputusan Johandri
MAKASSAR, CAKRAWALA – Meski kemengan diraih PSM atas tamunya Arema Indonesia, pada laga leg 2 babak 16 besar Piala Indonesia (PI), Rabu, 16 Mei lalu. Namun Pelatih PSM Petar Segrt sedikit kecewa dan menyesalkan keputusan wasit saat tim Singo Edan memperkecil kekalahannya menjadi 2-1, di menit injuri time.
Menurut pelatih yang berlisensi UEFA pro A tersebut, seharusnya gol tersebut tidak sah andaikan wasit Johandri jeli melihat pelanggaran yang di lakukan oleh pemain Arema, Putut Waringin yang jekkong (curang, red) terhadap kiper PSM, Deny Marcel.
“Dalam pertandingan normal, kiper seharusnya tak boleh disentuh oleh pemain lawan kalau sudah menguasai bola, dan kalau itu terjadi seharusnya wasit harus memutuskan pelanggaran tapi kenyataanya wasit tak menghiraukan dan mensahkan gol Arema,” sesal Petar
Gol yang dicetak Putut Waringin di menit akhir pertandingan, memang menjadi gol kontroversial di pertandingan tersebut, pasalnya bola telah dikuasai Deny “Wasit seharusnya menganulir bola masuk itu, karena pemain Arema dengan sengaja menahan dan menghalangi saya, sehingga bola itu dengan mudahnya masuk ke gawang,” protes Deny
Gol berawal dari tendangan sudut yang berhasil dimanfaatkan oleh pemain Arema Putut Waringin Jati. Deny yang berusaha menangkap bola di depan Putu ternyata tak mampu menangkapnya hingga bola akhirnya masuk ke gawang PSM, bahkan pemain belakang PSM seperti Lebut dan Febre tak menyangka bola tersebut bisa masuk karena ulah yang dilakukan Putut. (omr/mri)




