MAKASSAR, CAKRAWALA - Dua gol yang dipersembahkan M. Rahmat pada laga PSM versus Persiraja dengan skor 3-0, membuat tim Juku Eja naik peringkat ke posisi kedua di IPL.
Dengan demikian, PSM memiliki peluang untuk mengkudeta pemimpin klasemen IPL Semen Padang dengan selisih 4 poin.Juku Eja terpaut empat poin dari pemuncak IPL Semen Padang dengan 34 poin. Sedangkan Persiraja tak beranjak dari posisi ke empat klasemen.
Pada laga PSM kontra Persiraja belum lama ini, striker lokal tim Juku Eja Rahmat masuk pada babak kedua dan mencetak dua gol sekaligus, sedangkan gol pertama Juku Eja diciptakan Ilijia Spasojevic melalui penalti.
Pertandingan berlangsung panas dan keras juga memaksa wasit Hidayat harus mengeluarkan tujuh kartu. Spasojevic diganjar kartu merah bersama pemain Persiraja, Djibril Diallo. Lalu empat pemain Persiraja dihadiahi empat kartu kuning dan satu kartu diberikan kepada Hendra Wijaya.
PSM tampil ngotot lantaran tidak ingin kehilangan poin di hadapan pendukung sendiri. Mereka sekaligus mengusung misi balas dendam, setelah kalah 1-2 di putaran pertama lalu. Sedangkan Persiraja ingin melanjutkan tren positif di kandang lawan. Seminggu sebelumnya, mereka menundukkan Bontang FC 2-1 di laga away.
Pada laga ini Pelatih PSM Makassar, Petar Segrt juga mengeluarkan keputusan yang mengejutkan. Setelah kiper utama Deny Marcel diparkir, menurunkan kiper ketiga, Deny Saprianto. Sedangkan kiper pelapis kedua, AM Guntur tetap duduk di bangku cadangan.
Perubahan juga diterapkan di lini depan. Fadly M diduetkan dengan Spaso dan M. Rahmat disiapkan sebagai pelapis sedangkan Persiraja hampir turun dengan kekuatan penuh.
Pelatih Herry Kiswanto memasang tiga legiun asing mereka sebagai juru serangan. Duet gelandang Abdoulaye Djibril Diallo dan Patrick Ghigani serta striker Murilo Ribeiro.
Sejak peluit awal, laskar Ramang menggebrak pertahanan Persiraja dengan kombinasi serangan sayap dan tengah. Tim tamu lebih banyak menunggu kesempatan lewat serangan balik.
Kesempatan pertama PSM dibuka terjadi pada menit ke-10, melalui Spaso. Sayang sundulannya belum tepat sasaran. Begitu juga dengan Fadly menyambut umpan silang, masih melambung di atas gawang kawalan Yuda Andika.
Setelah peluang tersebut, kedua tim lebih banyak terlibat jual beli serangan di lini tengah. Pemain kedua tim memperagakan permainan keras, dengan melangsungkan tekel berbahaya. Wasit langsung mengeluarkan kartu kuning kepada Patrick Ghigani di menit ke-12, saat melanggar kapten PSM Syamsul Haeruddin. Dua menit berselang, bek kanan PSM, Hendra Wijaya juga diberi kartu.
Petaka bagi Persiraja datang di menit ke-22. Pemain belakang tim ini, Imral Usman yang bermaksud menjagal pergerakan Spaso yang berniat menanduk bola umpan Fandy Edy, tepat di depan gawang Yuda Andika. Hasilnya, seisi stadion bergemuruh setelah wasit menunjuk titik putih. Kartu kuning untuk Imral.
Spaso yang menjadi algojo tendangan penalti tak menyia-nyiakan kesempatan. Tanpa ragu ia menceploskan bola ke arah kiri, mengecoh Yuda. Gol membawa PSM unggul sementara 1-0. Gol tersebut bertahan hingga turun minum.
Hanya berselang empat menit setelah gol itu, wasit terpaksa mengeluarkan dua kertu merah, masing-masing untuk Spaso serta Djibril di tim Persiraja. Kedua pemain terlibat adu mulut sebelum saling tanduk.
Kedua tim harus merelakan main dengan sepuluh pemain. Andria dan Defri Rizky melengkapi kartu kuning Persiraja, di sepuluh menit terakhir babak pertama.
Di babak kedua, masing-masing tim bermain dengan sepuluh pemain dan tampil lebih berhati-hati.
Baru di menit 50, PSM melalui Syamsul membuka peluang di hadapan gawang tim lawan. Syamsul yang melepaskan tembakan spekulasi melambung tinggi ke atas gawang. Setelah peluang ini, tuan rumah hampir mengurung Persiraja.
Skor akhir 3-0 membawa PSM naik ke posisi ke dua klasemen IPL dengan 30 poin. . (omr/mri)




