MAKASSAR, CAKRAWALA – Lima tahun terakhir, Kopertis IX Sulawesi secara rutin menerbitkan buku direktori yang menjadi buku pintar untuk civitas akademika kampus perguruan tinggi swasta (PTS) di Pulau Sulawesi.
Menurut Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha Kopertis IX Sulawesi, A Muhammad Amir, SH, MH didampingi tim penerbit buku direktori, Hisar Hendrico dan Dedi Johan, di Makassar, Minggu, 16 September Direktori itu juga menjadi rujukan bagi masyarakat dalam memilih program studi (prodi), menyekolahkan anak-anak mereka.
Kehadiran buku direktori itu sangat membantu Kopertis menyosialisasikan kampus swasta yang menjadi binaan. Lewat buku itu, dapat diketahui kampus yang memiliki izin operasional, izin perpanjangan program studi serta status akreditasi prodi yang mendapat legitimasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
“Masyarakat juga tidak perlu repot jika ingin mendapat info terbaru soal status kampus dengan sarana dan prasarana dimiliki. Buku dengan ketebalan lebih 400 halaman warna, juga memuat para pimpinan kampus dan pengelola yayasan yang membina kampus tersebut,” tutur Amir.
Paling tidak, lanjut magister ilmu hukum PPs Universitas Muslim Indonesia itu, sekitar 347 kampus PTS dari 6 provinsi se-Sulawesi, sudah dapat diperoleh databasenya. Ada jumlah dosen dimiliki, luas areal kampus serta jumlah mahasiswa yang dibina.
Lewat buku itu, kata pria kelahiran Bone ini, masyarakat juga dapat mengetahui rasio antara dosen dan mahasiswa di kampus bersangkutan. Menyambut penerbitan Direktori Kopertis IX tahun 2013, kampus PTS yang selama ini kurang valid data dalam buku pintar 2012, agar dapat secepatnya melakukan validasi data.
Buku pintar itu, selain dibagi ke seluruh kampus PTS se-Sulawesi, juga dikirim ke SLTA se-Sulawesi, perpustakaan pemerintah dan swasta serta lembaga pendidikan lainnya. Data terbaru dari masing-masing kampus paling lambat Agustus 2013 sudah rampung, dan mulai sekarang data yang sudah diperbaharui dapat dikirim ke Bagian Humas Kopertis IX Sulawesi. (ami)




