MAROS, CAKRAWALA – Sedikitnya 40 mahasiswa YAPIM Maros mengikuti pelatihan jurnalistik yang dilaksanakan Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM STKIP) YAPIM.
Pelatihan pertama kali dilaksanakan itu dibuka Ketua STKIP YAPIM, Prof Dr H Kaharuddin, MHum, di kampus Jalan Poros Maros, Selasa, 19 Juni.
Kaharuddin mengemukakan, kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa termasuk sangat bagus karena memberi pengetahuan dan keterampilan mahasiswa untuk menulis, termasuk persiapan menerbitkan koran kampus.
Seorang penulis, lanjut Guru Besar Linguistik STKIP YAPIM Maros itu, harus kuat dan luas bahan bacaan.
“Menulis dan membaca merupakan dua hal yang saling kait mengkait,” katanya.
Kampus YAPIM, kata Doktor Ilmu Linguistik PPs Unhas itu, memiliki cukup banyak permata tetapi tenggelam di dalam lumpur. Lewat pelatihan itu, permata akan muncul dengan sendirinya.
Lepasan pelatihan itu, kata Kaharuddin, kelak akan menjadi penulis kemudian mengekspos potensi yang dimiliki kampus untuk diketahui masyarakat di luar kampus.
“Ada beberapa program kegiatan kampus sebenarnya sangat informatif untuk diberitakan, tetapi karena akses yang kurang dan penulis yang minim sehingga potensi itu kurang dikenal masyarakat,” tandas Kaharuddin yang juga anggota UPSDM Kopertis Wilayah IX Sulawesi ini.
Pembantu Ketua III STKIP YAPIM, Takbir, SPd, MPd menegaskan, pelatihan jurnalistik diapresiasi guna memberi keterampilan menulis lebih baik bagi mahasiswa.
Kegiatan itu harus dilakukan secara terukur. Hasil akhir dari pelatihan itu kelak harus membuahkan hasil dengan menerbitkan media koran kampus, berupa tabloid atau majalah.
Ketua panitia, Herawaty menambahkan, kegiatan dilaksanakan selama dua hari, 19-20 Juni dengan pemateri wartawan Majalah CERDAS Kopertis IX Sulawesi, Moh Yahya Mustafa dan Asnawin serta wartawan media umum, Andi Rustan, Jumadi Mappanganro dan Dahlan Abubakar. (ami)




